Warna dan Grafis Baru Mio M3 125

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadirkan warna dan grafis baru pada Mio M3 125. Kelir itu mengusung konsep “authentic Mio” yang elegan dan modern. Warna yang tersedia seperti Aggresive White Blue dan Admired Peach Blue. Sedangkan tipe standar konsepnya lebih kearah “lively Mio to move everyday” yang sporty. Pilihannya seperti Awesome White, Amazing Black, dan Attractive Red
“Tampilannya yang lebih fresh dan modern itu sesuai dengan selera pasar sekarang ini,” tulis Yamaha dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Jumat (29/12/2017).
Selain itu, huruf M besar di bagian samping tetap dipertahankan sebagai ciri M3 125, namun kini hadir dengan kontras warna yang lebih kalem, dibanding sebelumnya.

Bicara mengenai harga, skutik jagoan Yamaha itu masih dijual Rp 14.400.000 untuk tipe standard (spoke wheel) dan M3 125 standard (casting wheel) Rp 15.200.000. Terakhir M3 125 AKS SSS dibanderol Rp 16.100.000.

Semua harga itu berstatus on the road DKI Jakarta dan sekitarnya. Di luar daerah, ada penyesuaian karena tergantung pajak dari masing-masing wilayah.

 sumber : otomotif.kompas.com

Persaingan Bebek Kelas 150cc Terlaris 2017

Yamaha MX King tercatat menjadi bebek sport berkubikasi 150cc paling laris sepanjang 2017. Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) mencatat sepanjang Januari hingga November, ada 56.849 unit MX King yang terjual di seluruh Indonesia. Jumlah ini mengalahkan perolehan penjualan dari tiga pesaing MX King, yakni duet Honda, Sonic dan Supra GTR, dan “ayam jago” andalan Suzuki, Satria FU. Dalam periode yang sama, penjualan Sonic hanya mencapai 31.186 unit, disusul Supra GTR dengan 19.646 unit, dan Satria di urutan terakhir dengan 14.040 unit.

Bila menggunakan data gabungan, perolehan penjualan duet Honda ternyata juga belum sanggup melampaui perolehan MX King. Sebab bila angka milik Sonic dan Supra GTR digabungkan, jumlahnya hanya 50.832 unit.

Sepanjang 2017, penjualan MX King tercatat memang selalu menjadi yang terbanyak setiap bulannya. Status ini makin mengokohkan MX King sebagai “raja” di segmen bebek sport 150cc sejak pertama kali muncul.

Sejak awal 2015, penjualan MX King di segmen bebek sport 150cc memang selalu paling tinggi. Di tahun pertamanya saja, bebek penerus generasi Jupiter MX 135 ini mampu memperoleh penjualan sampai 135.816 unit, hanya dalam waktu 10 bulan. Walapun di 2016 angkanya menurun menjadi hanya 68.785 (full year), penjualan MX King tetap tercatat selalu lebih tinggi dibanding para pesaingnya.

sumber : otomotif.kompas.com

Yamaha Soul GT Juga Punya Warna dan Grafis Baru

Skutik Yamaha yang punya warna dan grafis baru di penghujung 2017, bukan hanya Mio M3 125, Soul GT pun mengalami penyegaran. Kelir anyar itu diklaim membuat tampilannya lebih gagah dan stylish.

Penyegaran pada varian Soul GT AKS SSS (Advance Key System – Stop & Start System) grafisnya lebih gagah. Sedangkan Soul GT AKS (Advance Key System) lebih ke arah stylish dan juga modern.

Sementara itu, untuk pilihan warna tipe GT AKS SSS tersedia Tough Green Gold (hijau). Tiga warna lainnya atersedia di Soul GT AKS, yakni Tough Green (hijau), Challenger Gunmetal (abu-abu), dan Bravery Black (hitam).

Soul GT AKS SSS masih dijual sama seperti sebelumnya, yakni Rp 17.440.000, dan Soul GT AKS Rp 16.900.000. Semuanya berstatus on the road DKI Jakarta dan sekitarnya.

 sumber : otomotif.kompas.com

Melihat Lebih Dekat Perubahan NMAX Terbaru

Model terbaru baru saja diluncurkan pada Sabtu (9/12/2017). Tak banyak perubahan yang dibawa oleh skutik anggota keluarga Maxi Yamaha ini.
Dari segi bentuk, dimensi, dan mesin, NMAX terbaru masih sama dengan yang lama. Beberapa perubahan yang terlihat secara kasat mata hanya penggunaan shock absorber tabung, speedometer berbentuk persegi, dan pelek warna emas khusus untuk warna hitam dan silver.Namun selain ketiga hal ini, ada beberapa perubahan kecil lainnya, salah satunya pada kulit jok. Bila kulit jok NMAX terdahulu menggunakan permukaan yang menyatu antara posisi tempat duduk pengemudi dan orang yang dibonceng, maka kini ada semacam tekstur yang terpisah.

Pemisahan ini ditandai dengan adanya jahitan pada bagian tengah yang jadi pembatas antara tempat duduk pengemudi dan boncenger.”  Logo NMAX menggunakan warna emas karena ini adalah warna yang lagi trend,” kata Deputy General Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Edy Ang saat acara peluncuran di Sirkuit Karting Sentul, Bogor.

Selain itu, pada layar speedometer ada perubahan warna tulisan dan latar belakang. Bila NMAX terdahulu menggunakan tulisan hitam dengan layar belakang putih, maka kini yang terjadi sebaliknya. Menurut Edy, perubahan ini akan membuat pengemudi lebih nyaman melihat speedometer baik saat siang maupun malam hari.
“Kami mengikuti perkembangan zaman Ini perkembangan teknologi terbaru,” ucap Edy.

 sumber : otomotif.kompas.com

Mio S Motor Matic Yang Elegant

Yamaha terus mengeluarkan produk terbarunya untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah Mio S. Dengan harga 15 jutaan OTR Jakarta anda sudah bisa mendapatkan scutik elegant ini. Kenapa saya bilang elegant? karena desain yang mereka buat nampak cantik dan elegant.

Lantas, apa saja fitur yang ada pada scutik ini? dengan bobot 94kg motor ini menggunakan mesin 125cc blue core dengan headlamp LED dan hazard (sangat jarang untuk sekelas scutik entry level) kemudian eco indikator tak luput hadir sebagai reminder pengendara agar konsumsi BBM dapat di tekan.

Ban yang di gunakan pun juga lebar yaitu depan ukuran 80 serta belakang ukuran 100 dan telah menggunakan ban tubeless, keren bukan? lalu Mio S di belakali dengan remote answer back, jadi apabila anda bingung di mana motor anda saat parkiran padat, maka tinggal pencet saja remotenya maka motor tersebut akan berbunyi.

Untuk membuka joknya pun juga cukup mudah, tinggal buka lewat tuas kunci, jadi tidak perlu repot dengan kapasitas bagasi 10 liter tentunya anda tak perlu khawatir akan banyaknya barang bawaan. Nah bagi yang ingin membeli Mio S, segera kunjungi dealer harpindojaya di cabang terdekat di kota anda, dan nantikan promo serta bonus menarik dari kami.

Hasil Kualifikasi Rossi

Dengan kondisi baru saja pulih dari patah tulang, Valentino Rossi akan memulai balapan MotoGP Aragon dari baris terdepan. Rossi sendiri mengaku terkejut dengan kecepatannya saat kualifikasi.

Rossi menempati posisi ketiga dalam kualifikasi di Motorland Aragon, Sabtu (23/9/2017). Dengan catatan waktu 1 menit 47,815 detik, pebalap Movistar Yamaha itu cuma kalah cepat dari Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo.

Hasil itu terbilang luar biasa mengingat kondisi Rossi yang tidak 100% fit. Dalam waktu kurang dari sebulan setelah mengalami patah tulang di kaki kanannya, The Doctor mampu kembali menunggangi motor MotoGP dan kompetitif di atas lintasan.

“Ini juga merupakan sebuah kejutan untuk saya, juga buat kami karena saya tak tahu apa yang harus saya harapkan. Seminggu yang lalu saya mulai berpikir soal kemungkinan membalap di Aragon. Jadi, saya berlatih dengan (motor) R1. Saya mengerti bahwa saya bisa mengendarai motor, tapi dengan rasa sangat sakit,” ujar Rossi di Crash.net.

“Tapi, saya beruntung karena kaki saya terus membaik setiap harinya. Pada hari Jumat, ketika saya pertama kalinya kembali ke (motor) M1, saya langsung merasa lebih nyaman daripada hari Selasa. Juga untuk posisi di atas motor, M1 lebih nyaman dan lebih baik untuk ukuran fisik saya,” jelasnya.

“Posisi saya di atas motor belum sempurna, tapi cukup mendekati posisi normal. Kami juga bekerja sangat baik dengan tim untuk kualifikasi. Saya merasa enak di atas motor. Dengan ban kedua saya bisa mencatat waktu yang sangat baik,” tutur Rossi.

Meski meraih hasil bagus dalam kualifikasi, Rossi belum tahu apakah dirinya akan punya kekuatan untuk menuntaskan balapan sepanjang 23 lap di Aragon. Dia akan mengetahuinya pada pagi hari sebelum lomba.

“Balapan sulit untuk semua orang dalam kondisi normal. Tentu saja saya harus menderita, tapi saya akan berusaha,” katanya.

sumber : sport.detik.com

Prestasi Rossi

Di antara keriput yang terus bertambah di wajahnya, Valentino Rossi masih membuat rekor. Dia menjadi pebalap tertua yang memuncaki klasemen sejak tahun 1949. Rossi mempertahankan tren bagusnya di musim ini saat membalap di Sirkuit Austin. Meski masih belum bisa jadi juara, dia menuntaskan balapan di posisi dua.

Menjadi runner up di Austin membuat dia menjadi satu-satunya pebalap yang selalu naik podium musim ini. Konsistensi itu juga berbuah puncak klasemen. Ada 56 poin dipunya Rossi. Dia unggul enam angka dari Maverick Vinales di posisi dua dan memimpin 18 poin di depan Marc Marquez. Ini adalah kali pertama sejak MotoGP Malaysia 2015 Rossi berada lagi di puncak klasemen.

Ada rekor lain dipunya Rossi dari keberhasilan tersebut. Dia kini menjadi pebalap tertua yang memuncaki klasemen MotoGP sejak 1949. Saat menyentuh finis di posisi kedua, Rossi berusia 38 tahun dan 66 hari.

Hanya ada satu pebalap yang lebih tua dari Rossi yang pernah memuncaki klasemen di kelas primer. Dia adalah Harold Daniell yang memuncaki klasemen saat berumur 39 taun dan 240 hari. Itu terjadi pada 1949. Pebalap asal Inggris itu kemudian menajamkan catatanya menjadi 39 tahun dan 256 hari di tahun yang sama.

Pebalap tertua ketiga yang pernah memuncaki klasemen kelas primer adalah Leslie Graham. Juga di tahun 1949 , Graham meraihnya dalam usia 37 tahun dan 340 hari. Rossi saat ini masih punya kontrak berdurasi satu musim dengan Yamah. Itu artinya dia masih punya peluang untuk mematahkan rekor Daniel andai bisa menjaga konsistensinya. Demikian diberitakan Marca.

“Anda harus mengucap selamat padanya karena dia menjalani balapan yang hebat, sangat cerdas tanpa mengambil risiko besar, yang dia lakukan luar biasa,” sanjung Vinales usai balapan. “Dia layak mendapat lebih banyak hormat. Dia lebih cepat sejauh ini dan dia memimpin, respek total untuknya dan dia menunjukkan kalau konsistensi sangatlah penting,” timpal Marquez.

Sumber : sport.detik.com

Triple Crown 2017 Adalah Target Yamaha

Yamaha optimistis dengan prospek duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales di musim 2017. Sapu bersih alias triple crown diusung menjadi target mereka. Pabrikan Jepang itu empat kali dalam sembilan musim terakhir pada 2008, 2009, 2010 dan 2015 saat Rossi masih berduet dengan Jorge Lorenzo. Setelah kepergian pebalap Spanyol itu ke Ducati, Yamaha mendapatkan Maverick Vinales.

Meski baru akan menjalani musim perdananya, Vinales tampil menjanjikan setidaknya dilihat dari hasil tes pramusim. Di Valencia dan Sepang selalu menjadi pebalap tercepat. Sedangkan Rossi masih terus dalam perburuan gelar juara dunia. Bos Yamaha Lin Jarvis tidak ragu triple crown bisa diraih.

“Valentino dalam tiga tahun terakhir selalu finis kedua-kedua-kedua. Itu sangat impresif. Dia akan berusia 38 tahun pada pekan depan, 16 Februari. Jadi untuk mempunyai kecepatan seperti itu di usianya adalah hal yang fenomenal. Sudah jelas dia masih punya potensi untuk memenangi titel juara dunia kesepuluh,” kata Jarvis.

“Maverick, menurut saya, adalah pesaing serius gelar juara di tahun ini. Dia beradaptasi dengan sangat, sangat baik dengan tim dan motor. Dia nyaman dan fokus. Apa yang luar biasa adalah di setiap tes, dia yang tercepat.” “Jadi kami memiliki dua pebalap dengan kemampuan tinggi. Saya pernah menyatakan di peluncuran tim MotoGP beberapa pekan lalu bahwa kami akan mengejar triple crown. Jadi kami benar-benar menginginkan titel tim, konstruktor, dan para pebalap. Saya pikir kami bisa. Kami akan mencoba,” cetus Jarvis, sebagaimana dikutip Crash.net.

Sumber : sport.detik.com

Perpaduan yang Apik Bagi Yamaha

Bos Yamaha Lin Jarvis meyakini adanya atmosfer positif di antara Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Keduanya disebutnya akan jadi kombinasi yang sangat baik. Rossi bertandem dengan Jorge Lorenzo di Yamaha dari 2007-2010, dan setelah pebalap Italia itu kembali dari Ducati pada 2013. Duet Rossi dan Lorenzo pernah menghadirkan triple crown: pebalap, tim, dan konstuktor pada 2008, 2009, 2010, dan 2015.

Kendati demikian, relasi Rossi dan Lorenzo tidak mulus. Kedua pebalap itu beberapa kali terlibat persaingan sengit di dalam lintasan beberapa kali sampai akhirnya Lorenzo hengkang ke Ducati pada tahun ini. Yamaha kemudian merekrut Vinales dari Suzuki. Pebalap Spanyol itu bersinar di musim lalu dan berpotensi jadi kuda hitam dalam perburuan gelar juara musim ini menyusul performa apik di dua tes pramusim di Valencia dan Sepang.

“Sejauh ini saya harus bilang (hubungan) sangat baik … Mereka saling menghormati — Valentino selalu menjadi idola Maverick dan dia terus menganggapnya demikian,” ungkap Jarvis di Crash.net. “Jadi tidak ada rasa permusuhan di antara kedua pebalap. Ini benar-benar bagus dan seperti embusan udara segar terus terang saat ini.”

“Apa yang menggembirakan di akhir tes terakhir adalah, para pebalap biasanya berada di daerah masing-masing, menyudahi pekerjaan mereka dan kembali ke hotel. Tapi Maverick sangat penasaran, termotivasi, dan dia mendatangi Valentino: ‘Bagaimana dengan ini? Bagaimana dengan itu? Bagaimana menurutmu?’ Anda bisa melihat Valentino kemudian ikut termotivasi.”

“Valentino — jujur saja — adalah pebalap terhebat yang pernah ada. Jadi bagi kami dengan memiliki pebalap terhebat dalam sejarah, dengan bakat baru terhebat, maka itu adalah sebuah kombinasi yang fantastis. Brilian,” cetus Jarvis. “Valentino juga senang berbagi. Memang dia tidak suka dikalahkan, tapi Anda bisa lihat dengan akademi dia, dia ingin membagi pengalamannya dengan para pebalap muda. Kami bukannya salah beranggapan, karena kalau sudah berada di akhir musim dan mereka berdua bertarung kejuaraan maka dinamikanya berubah. Sementara itu, kami mulai dengan sebuah perasaan yang baik di garasi.”

Sumber : sport.detik.com

Wahyu Aji Berkesempatan Berbincang Dengan Rossi

Kesempatan langka didapat pebalap Indonesia, Wahyu Aji, yang bisa bertemu sekaligus mendapat wejangan dari pebalap top Valentino Rossi. Hal itu didapatkan Aji saat bertemu Rossi di Ciputra World, Kuningan, Jakarta, Minggu (22/1/2017) kemarin. Rossi dan rekannya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales, hadir dalam rangkaian acara peluncuran motor baru Yamaha.

Sebelumnya Wahyu memang sempat datang menyaksikan idolanya itu saat membalap di Sepang, Malaysia musim lalu. Namun, dia tak bisa berbincang dan foto bersama lantaran banyaknya orang yang mengerumuni Rossi. Tapi keberuntungan datang untuk Wahyu ketika dia mendapat kesempatan bertemu lagi dengan Rossi untuk bercerita banyak hal, soal Sepang hingga movitasi

Motivasi yang diberikan Rossi pun diyakini bisa membuat Wahyu lebih terbakar lagi di ajang balap. Apalagi musim ini ia sudah resmi jadi pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) dan siap tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017. “Rossi bilang balapan itu harus fokus dan enjoy. Jika mood terganggu bisa merusak balapan. Kita harus bikin nama Yamaha lebih bagus lagi,” ungkap Wahyu kepada detikSport di Sirkuit Sentul, Bogor, Senin (23/1/2017).

Ditanya soal perbandingan Rossi dan Vinales untuk musim depan, pria 23 tahun itu juga mengakui sulit menjabarkannya. Menurut Wahyu, Vinales akan mendapat keuntungan bergabung dengan tim Movistar Yamaha karena merupakan pebalap yang mau berbagi ilmu.

“Susah membandingkan keduanya karena mereka favorit saya. Tapi Rossi orangnya beda dengan pebalap yang lain. Bisa saja dia banyak memberi ilmu ke Vinales, dan Vinales bisa belajar banyak dari Rossi, jika Vinales tidak punya masalah seperti (Marc) Marquez,” sambungnya.

Sumber : sport.detik.com